Archive for August 30th, 2008

Kisah Tentang Grub yang Hilang

Beberapa waktu yang lalu Windows di laptop istriku terserang virus xorer yang sangat menyebalkan, menyebalkan karena (ya juga namanya virus) sangat membebani resources memori (udah processor celeron, memori mentok di 256 MB, kena virus pula!! Lengkap genap dah :( ). Setiap kali menggunakan laptop aku selalu menghindari menggunakan windows, alasannya pertama bukan karena virus (walau ada sebagian alasan) namun lebih karena aku mau migrasi ke Linux seutuhnya (meski belum terlalu bisa dilakukan dalam waktu dekat karena banyak juga program yang harus aku pakai di Win, seperti Photoshop dan CorelDraw). Yang kedua memang linux (untuk sekarang) masih free from virus!!, yang ketiga Virus yang bercokol di OS Win laptop pasti akan merongrong Flasdiskku dengan jejalan program mematikannya (Ya virus itu tadi!! heh he he h)

Singkat cerita si aku udah mulai capek juga ama tuh virus, karena gak mungkin kan kita nangkis terus atau menghindar terus kalo bukan kita yang keperosok ya komputernya yang bahkan jadi modar (jawa) yah dengan berat hati aku kemudian menganjurkan istriku untuk membawa (atau lebih tepatnya memanggil) tukang servis kantornya (kebetulan udah jadi maintener di kantor istriku) untuk membasmi tuh virus. sebetulnya sih kalo urusan yang beginian aja harusnya gak usah nyampe ke mereka segala sih karena kebetulan urusan komputer saya sih mungkin diatas rata rata (tanpa bermaksud melebih - lebihkan nih!!) so kalo cuman virus sebenarnya gampang aja. Lho tapi kenapa gak ngancurin sendiri? sederhana aja jawabannya, kita gak punya alat seperti yang orang punya. kebetulan mereka punya konektor hardisk laptop ke usb yang belum saya punyai sehingga gampang banget scanning hardisk dengan antivirus mereka langsung dari komputer mereka. Sebenarnya bagi kita yang sedikit paham di dunia perkomputeran, nitipin komputer/laptop di tempat orang lain sama aja dengan memberikan kunci rumah ke orang lain (mungkin tukang yang tetap saja orang lain) dengan segala perabot dan harta masih utuh disana. Mungkin hasil kerja mereka gak sepenuhnya seperti yang kita mau, ada program yang hilang, settingan yang berubah, sampai harus reinstall (ini dia nih!!) - Singkatnya sangat vurnerable gitu

Akhirnya, ketakutanku terbukti, setelah beberapa hari aku tinggal ke luar daerah untuk satu keperluan dan akhirnya kembali lagi ke Kubar dan nyalain tuh Laptop, barulah semuanya kami sadari kalau ada yang berubah total. Ternyata virusnya terlalu berat untuk si antivirus, sampe sampe laptopnya harus di reinstall. HHhhh……… aku menghela nafas panjang mengingat semua program yang ilang, seperti Photoshop CS (sengaja mawas laptop yang belum mampu naik ke level teratas di level CS3) Macromedia Dreamweaver 8 Kesayanganku dan yang paling mengejutkan si grub milik Ubuntu yang sengaja kusandingkan dengan Windows gak muncul pada saat boot awal. Ini juga berarti kalo Ubuntuku gak akan pernah bisa di munculin lagi (sebelum grubnya di restore) dalam benakku wah wah, gimana ini donk!!? Oke tenang Joel dalam pikirku, selama pulsa masih ada dan GPRS lancar semua ini gak akan menjadi hal yang sulit bagi ku, googling sebentar udah ketemu gimana cara ngaktifin lagi linux yang “hilang” tadi

ada 2 cara namun cuma 1 aja yang aku pakai, yaitu yang pertama, gini caranya: Read the rest of this entry »