Kisah Tentang Tour Leader Dadakan

Tanggal 22 Agustus kemarin adikku dapet Job ngebawain orang - orang (group) Tianshi yang berencana akan melaksanakan Seminar Awakening 2008 yang acara puncaknya akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Gelora Senayan tanggal 24 Agustus 2008 dengan pembicara Mr. Li Yi Juan, Bosnya Tianshi Internasional dan beberapa orang penting lainnya termasuk Presiden dan menteri - menterinya(?) wah dalam pikiranku, mantap juga nih acara dan hebat banget nih Tianshi/Unicore sampe bisa ngedatanin orang terpenting se-Indonesia. Namun tetap dalam pikiranku ah kita ini kan cuman ngikut dan ngantarin aja peserta dari Kaltim yang jumlahnya lumayan banyak (100+)®

Walau dalam hati senang, namun di sana (jauh dalam hati kecilku) juga ada sedikit rasa nervous dan tegang, karena ini adalah pengalaman pertama aku ngebawain orang dalam rangka tour ke luar ( he he yang ke dalam juga sebenarnya juga belum pernah sih). Yang bikin aku tegang banget yaitu mana kala aku harus menghandle 22 dari 100 orang yang berangkat ke Jakarta, udah gitu pake pesawat yang paling buncit lagi berangkatnya, jam 18.15 waktu Balikpapan. Ini Otomatis kami nyampenya malam (21.00) di Jakarta dan minus jalan - jalan juga itu artinya. Namun yang paling membuat aku khawatir yaitu karena ini yang pertama kalinya aku membawa rombongan yang bagiku sangat banyak ditambah kebutaanku terhadap dunia penerbangan, bandara dst….. hhhhhhhhh… aku jagi panas dingin sendiri. Namun aku harus tampak Profesional dan tampak sudah biasa dengan semua itu. Dan Puji Tuhan, akhirnya kami tiba di Jakarta dengan selamat.

Di Bandara Sepinggan, Balikpapan aku ditemani Oleh temen yang kebetulan udah biasa dengan urusan yang beginian. Bang Hotlen, dia yang memberikan pengarahan yang sangat baik bagiku walaupun 50% dari yang ia katakan aku gak ngerti maklum masih buta, ditambah kalo belajar kan enak kalo langsung aja praktek (tapi yang ini sulitlah bukan barang mainan soalnya). Untuk Soal Check-In penerbangan aku serahkan semuanya Ke Mr. Kumis (begitu mereka memanggilnya) Porter  balikpapan yang menjadi langganan Travel Agent kami, karena sudah saling kenal dan saling percaya, semua urusannya menjadi sedikit lebih simple dan mudah. So I would like to say Thanks to both of them whom had helped me in my first flight.

Perjananan kami Delay hingga setengah jam akibat sesuatu yang seharusnya gak perlu dan sangat gak penting banget. Apa pasal? ternyata sangat sederhana dan ridiculous malah menurutku. Kami “tabrakan” i dalam pesawat karena salah masuk pintu, maksudnya seharusnya kami bisa langsung berangkat  on-time kalau saja insiden yang gak perlu ini gak sampai terjadi. bagaimana tidak lama, penumpang dengan nomor seat kecil 1 - 18 banyak yang masuk dari pintu belakang, sedangkan kami (yang Tour Leadernya adalah saya yang kebetulan baru pertama kali terbang naik Pesawat) yang memiliki nomor seat mulai 30 - 38 masuk dari pintu depan (O maigat!!!) jadilah semuanya terjadi. Tapi sebenarnya semuanya itu tidak perlu terjadi jika pihak Maskapai memberitahukan kepada para penumpangnya untuk masuk dari pintu yang telah ditentukan sesuai dengan urutan nomor seat penumpangnya masing - masing.

Dan akhirnya kami tiba di Jakarta dengan selamat walaupun terlambat sekitar ± 45 Menit (what a long flight!!) atau sekitar pukul 21.40 waktu Jakarta. Dari Balikpapan aku sudah di wanti wanti untuk menghubungi Mas Denny (yang awalnya ku kira seorang Porter di Bandara Soekarno - Hatta) ketika berangkat dan tiba (landing) di Jakarta. Mulai deh sibuk bertelepon, SMS dan kepanikan yang lainnya mulai lagi, karena aku tahu akan mengurus segala sesuatunya sendirian tanpa bantuan siapapun sekarang. I can’t lean myself to anyone now. I just try myself he he patokannya ya di Bagasi, karena diriku adalah penanggung jawab perjalanan mereka maka aku pulalah yang harus ngurus bagasi mereka yang berjumlah ± 24 buah. Wew!!! I must learn more and more from this. Akhirnya aku sadar kalau Pak Denny ini bukannya Porter tapi Tour Leader dari Pihak Travel di Jakarta (malu juga sih dalam hati!!!)

I knew it succedded when we arrived to our Motel in South Jakarta, tepatnya di Bilangan Ragunan (Wisma Atlet) disana peserta peserta lainnya udah pada istirahat dan belum juga kami semuanya ngumpul di tempat, udah ada yang pamer cerita kalau tadi udah jalan jalan ke Ancol (Busyet dah dalam pikiranku). Ya namun aku wajar aja mengingat Jakarta adalah tempat yang jarang bin langka bisa dikunjungi orang orang “udik” semacam kami (mungkin gitu kasarnya)

Ok, I would thank my Brother Joko who let me accompany his group to Jakarta through this occassion

Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

No Responses to “Kisah Tentang Tour Leader Dadakan”

You can subscribe to the RSS feed for comments on this post. You can also reply to this post directly in your weblog, and take advantage of the TrackBack URI to record your reply in this post.

  1. No comments posted yet

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>