What A tiring journey
Hari Ini Aku dan istriku yang tercinta melakukan perjalanan panjang yang sudah ketahuan duluan kalau ini akan menjadi perjalanan yang sangat melelahkan dari Kutai Barat tepatnya Kecamatan/Kampung Sekolaq Darat menuju Ibukota, Samarinda hanya dangan menggunakan Sepedah montor, he he gitu biasanya orang - orang Jawa nyebut Kendaraan yang kami pakai untuk melakukan “Touring” saat ini.
Perjalanan yang lumayan panjang serta melelahkan ini memakan waktu sekitar ± 7 jam. Wow!! Memang hasilnya memang segitu karena Motor yang kami pakai udah kehabisan Gas (hehe) sehingga tidak bisa dipacu lebih cepat (agar nyampenya juga bisa lebih cepat) ditambah lagi dengan keadaan Jalan yang sangat menyedihkan khususnya ketika kami memasuki Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Yang Kaya Itu!!) Here is the complete story!!
Siang itu (kemarin) aku dikabari Istriku kalau kami ternyata jadi berangkat ke Samarinda. Sebelumnya memang kami udah merencanakannya cuman masih agak ragu karena Oswald Anak kami tercinta masih agak panas badannya karena flu. Kasian Juga kalau kami harus pergi meninggalkan dia walaupun dengan penjagaan Neneknya, Juga para tantenya yang siap membantu dan ngemongin dia kalau saja dia cerewet. Untung aja suhu badannya mengindikasikan kalau kami bisa berangkat ke Samarinda dengan catatan gak boleh lama, kasian OsWALD, karena pada perjalanan kami yang lalu, dianya sakit (mungkin karena kangen ama kami).
Segera setelah itu kami bersiap mengatur rencana akan apa yang harus kami buat, juga siapkan untuk perjalanan ini, karena maklum kendaraan R4 belum kami miliki sehingga perjalanan ini sebenarnya agak menegangkan karena harus berangkat pagi biar gak Kelamaan terkena terik matahari, serta sedikit khawatir apabila terjadi hal - hal yang merugikan (seperti ban bocor atau mesin yang ngejim!!). Tapi semuanya itu kami hapus aja dengan Permohonan melalui Doa kepada Yang Maha Kuasa, Karena bagi Kita yang percaya Kepada Tuhan hal itu wajib HUKUMNYA dalam artian jikalau kita memang benar mengharapkan kekuatanNya, pastinya kita minta Donk!!, he he koq jadi ceramah ya!!. Akhirnya kamipun berangkat sekitar pukul 05.25 ketika hari masih gelap dan sebenarnya juga terjadi delay (penundaan) sekitar 25 menit karena menurut rencana kami akan berangkat dari rumah pukul 5 pagi, biar sampe sana sempat ngapa - ngapain karena waktu yang teramat mepet ini. Puji Tuhan, Akhirnya kami sampai di Blusuh (Kec, Siluq Ngurai) pada pukul 06.50 cari warung dulu yang bisa dibuat untuk mengganjal perut, karena lemas sekali badan ini rasanya. Sewaktu berangkat tadi kami tidak sempat sarapan karena juga kelupaan malamnya untuk beli apa keq untuk disiapin dalam rangka keberangkatan kami ini. Tidak lama setelah menu yang kami pesan datang, ada SMS dari 08125505*** yang mengatakan
Puji Tuhan, tlah lahir anak kami, hr senin, 15 Sept (08), Cesar, 3.1 Kg, anak n ibu sehat. Bgm kabar kalian? Jbu
Wah surprise, ini kabar dari Pak Elison, Bapak Angkatku yang di Samarinda, Akhirnya beliau dan istri dikaruniai seorang anak, meski kami yang banyak ini adalah anak - anaknya juga, namun alangkah Afdolnya kalo bapak juga punya anak secara biologis, apalagi Bapak & Ibu ini dari Keluarga Batak (tau aja kan kalo orang batak itu, gak punya anak pasti ya gimanaaaaa gitu!!) dan buah kesabaran dan Iman itu menghasilkan sesuatu yang manis. Nine years waiting for the coming of Johan Ariel Silalahi (kalo gak keliru)
Bersambung………………….