Archive for the 'lucu' category

lucu lagi

suatu hari paijo membuat perahu layar..
setelah selesai dengan gagah berani mendayung perahu membentang layar..
sambil menyanyi ” nenek moyangku seorang pelaut…………”
sampailah ditengah lautan,
cuacanya tenang sehingga timbul rasa pede akan keahlian
dan kemampuan membuat perahu layar.
dengan semangat paijo berkata :
“ TUHAN,
aku buat perahu, Engkau buat lautnya.
aku buat layar, Engkau buat anginnya. “
tiba-tiba cuaca yang tadinya cerah, tiba-tiba jadi mendung dan semakin gelap..
kemudian angin bergulung2 besamaan dengan gelombang menghempas-hempaskan perahunya.
seketika paijo berteriak :
“ TUHAN, aku main-main, Engkau betulan, Ampuni hambamu ini “

================================================== =
setelah beberapa saat setelah kejadian ditengah laut, paijo pingsan.
terombang-ambing ditengah laut, kemudian terdampar di suatu daerah.
setelah beberapa hari tinggal didaerah tersebut, teringatlah paijo bahwa daerah tersebut masih dalam wilayah republik mimpi.
suatu ketika ada pertengkaran antara nelayan dari penduduk setempat (Nelsem) dan nelayan dari penduduk seberang pulau (Pespul).
Pespul menyatakan bahwa barang yang dibawanya adalah “ikan”.
namun Nelsem menyatakan bahwa barang yang dilihatnya adalah “ika”.
suasana semakin panas dengan pendapat masing-masing, hampir terjadi pertumpahan darah..
saat itu paijo berinisiatip menyarankan sampaikan aja masalah tersebut ke pamong praja..
setelah datang petugas pamong praja, kemudian berkata dengan wibawa :
“ saudara-saudara sebangsa dan setanah air, ketahuilah bahwa yang saudara-saudara perdebatken itu adalah masalah sepele.
Kata-kata tersebut mempunyai arti yang sama,
Sehingga saya nyataken bahwa nama barang yang diperdebatken itu adalah IKEN “

paijo : ??//???

===========================

Cerita punya cerita ternyata daerah tempat terdampar paijo mempunyai kebiasan bahasa lesan tidak mengucapkan konsonan terutama huruf terakhir.

Contohnya kalau berkata :
“Suda(h) janga(n) bertengka(r), supaya tida(k) berselisi(h) paha(m).”

Syukurlah Tuhan Maha Mengerti, sebab ada yang berdoa :
“ Ya, Tuha(n), jadikanla(h) hati ini dari kera(s) jadi lembu(t)”

Ketika ada razia polantas terhadap Nelsem yang sedang naik sepeda motor :
Polantas : Prit!.. selamat siang, mohon tunjukan SIM?
Nelsem : Adu(h) tiga(l) diruma(h), bapa(k)?
Polantas : apa kau bilang, TIGA!, sim itu cukup satu gak perlu tiga.
Kalau gak ada sim, saya tilang.

Tahun 2020

Operator : Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot.
Adakah yang bisa saya bantu?

pa ijo : Heloo, saya mau pesan pizza.

Operator : Boleh minta nomor KTP anda pak?

pa ijo : Tunggu, ini nih : 19700321-312.

Operator : Ok Pa Ijo, anda tinggal di HOP 5 Lama No 295, nomor
telepon rumah anda 05487057, kantor anda 05482550, HP anda
08195050266, anda menelpon dari mana ?

pak ijo : Dari rumah, eh dari mana kamu tahu semua no. telp saya?
baca terus

PLN

Satu pasangan muda sangat bersuka cita demi mengetahui sang isteri hamil muda. Namun sebelum mendapat kepastian dari dokter, mereka sepakat untuk merahasiakan kehamilan tsb.

Isteri: “Pa, nggak usah diomongin dulu ya…takut gagal, ‘kan nggak enak kalau sudah di-omongin”
Suami: “Oke deh ma, janji nggak bakalan diomongin sebelum ada konfirmasi dokter”

Lagi asik mereka ngobrol tiba-tiba datang karyawan PLN ke rumah mereka untuk menyerahkan tagihan dan denda atas tunggakan rekening listrik mereka bulan yang lalu.

Petugas PLN : “Nyonya terlambat 1 bulan.”
Isteri : “Bapak tahu dari mana…???? Papa… Tolong nih bicara sama orang PLN ini…!”
Suami : “Eh, sembarangan… bagaimana anda bisa tahu masalah ini?”
Petugas PLN : “Semua tercatat di kantor kami,Pak.”
Suami (tambah sengit): “Oke, besok saja saya ke kantor Bapak untuk menyelesaikan masalah ini!”

== esoknya… ==

Suami : “Bagaimana PLN tahu rahasia keluarga saya?”
Karyawan PLN : “Ya tahu dong, lha wong ada catatannya pada kami!”
Suami : “Jadi saya mesti bagaimana agar berita ini dirahasiakan, Pak?”
Karyawan PLN : “Ya mesti bayar dong Pak!”
Suami (sialan gue diperes nih!) : “Kalau saya tidak mau bayar,bagaimana?”
Karyawan PLN : “Ya punya Bapak terpaksa kami putus…”
Suami : “Mati akuu…? Lha, kalo diputus… nanti isteri saya bagaimana…?”
Karyawan PLN : “Kan masih bisa pakai lilin.”

<

humor sejenak

Ginting, seorang profesional asal Medan yang agak tuli baru pertama kali datang ke Jogja. Pada suatu hari ia ingin sekali minum minuman khas daerah Jogja, yaitu dawet (cendol).

Ginting : Mbak, beli dawetnya.
Mbak : Sampun telas mas.

Ginting : Iya, memang harus pakai gelas.
Mbak : Mboten wonten mas.

Ginting : Betul, memang saya suka pake santen.
Mbak : (Dengan nada kesal) Dasar sinting !!!.
Ginting : Lho, koq tau nama saya Ginting…?.
Mbak : (Tambah kesal) Dasar wong edan.

Ginting : Wah mbak betul lagi… saya memang dari Medan !.
Mbak : (Sambil menggerutu) Dasar wong ora duwe otak..!!.

Ginting : Benar, benar saya orang Batak !.
Mbak : Dasar budeg ….!!!!

Ginting : Selain cendol saya memang suka gudeg.
Mbak : Sampeyan kok kurang kerjaan to ?.

Ginting : Benar sekali mbak, teman-teman saya memang semua kurang kerjaan, cerita kayak gini ini juga dibaca sampai habis !.